Kamis, 16 Februari 2012

Situs Megalitik Gunung Padang

Kompas/Rony Ariyanto Nugroho


KOMPAS, Senin, 13 Feb 2012 - Hamparan batu tampak tertata di Situs Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat, Jumat (10/2). Situs Gunung Padang pada ketinggian 894 meter di atas permukaan laut ini merupakan peninggalan peradaban Megalitik, rentang waktu 2500-1500 SM, dan diduga merupakan situs megalitik terbesar se-Asia Tenggara.
Read More......

Pameran Mumi

Getty Images/Jeff J Mitchell


KOMPAS, Senin, 13 Feb 2012 - Hanneke Kik, pegawai pameran, mengamati mumi yang dipajang dalam pameran Mumi yang Mengagumkan (the Fascinating Mummies) di Museum Nasional Skotlandia, Jumat (10/2), di Edinburgh, Skotlandia. Pameran dibuka Sabtu lalu. Harta karun dari koleksi Mesir kuno itu, beberapa berasal dari 4.000 SM, mengungkapkan sejarah kematian dan kehidupan setelah kematian di Mesir zaman dulu.
Read More......

Penemuan Kapak Genggam

KOMPAS/ALBERTUS HENDRIYO WIDI

KOMPAS, Selasa, 14 Feb 2012 - Tim ekskavasi Balai Arkeologi Yogyakarta menemukan tiga kapak genggam (chopper) di Situs Patiayam, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Senin (13/2). Temuan itu melengkapi studi tentang budaya manusia purba Homo erectus di Situs Patiayam. Mereka membuat senjata dari bahan baku yang tidak berasal dari daerahnya, tetapi dari Pegunungan Rembang yang berjarak sekitar 30 kilometer dari Patiayam.
Read More......

Selasa, 14 Februari 2012

Petisi untuk Selamatkan Situs Muaro Jambi

KOMPAS, Sabtu, 11 Feb 2012 - Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia bersama Perhimpunan Pelestarian Muaro Jambi mengeluarkan petisi untuk Presiden, Gubernur Jambi, dan Bupati Muaro Jambi. Petisi untuk menyelamatkan kawasan situs percandian itu.

Petisi akan diedarkan lewat jejaring sosial dengan nama ”petisionline”. Publik meminta pemerintah mengukuhkan kawasan percandian Muaro Jambi sebagai kawasan cagar budaya nasional yang dilindungi Undang- Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

”Dengan ditetapkan Muaro Jambi sebagai kawasan cagar budaya, di kawasan itu harus segera dibuat zonasi. Mana zona inti, penyangga, dan pemanfaatan harus jelas,” kata Moendarjito, Guru Besar Luar Biasa Departemen Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, Kamis (9/2).

Kini, percandian Muaro Jambi rusak oleh sejumlah industri batubara dan sawit. Kondisinya kritis. Meski perusakan terjadi sejak 1980-an, hingga kini belum ada langkah serius mengamankan situs yang merekam jejak peradaban Kerajaan Sriwijaya dan Melayu Kuno pada abad ke-7 sampai abad ke-14 Masehi itu.

Kawasan percandian Muaro Jambi seluas 2.612 hektar dikepung pabrik yang mencemari kawasan, di antaranya, pabrik minyak sawit mentah, terminal penampungan batubara, dan sejumlah industri hulu. Bangunan pabrik itu berdiri di sepanjang tepian Sungai Batanghari, termasuk di kawasan percandian Muaro Jambi.

Menurut Muhammad Kusnul Afif dari Dewan Kesenian Jambi, setidaknya enam perusahaan batubara mendirikan penampungan di zona inti percandian Muaro Jambi, yakni Indonesia Coal Resources, Thriveni Mining, Sarolangun Bara Prima, Bahar Surya Abadi, PT Bina Borneo Inti, dan PT Tegas Guna Mandiri. Satu perusahaan mengolah kelapa sawit: PT Sinar Alam Permai.

Sebelumnya, di sana terdapat pabrik pengolahan kayu PT Gaya Wahana Timber dan industri baja, Tanoto Steel. Aktivitas mereka menyisakan fondasi pabrik atau industri yang tak dibongkar.

Wakil Mendikbud Bidang Kebudayaan Wiendu Nuryanti mengatakan, pihaknya sedang menyiapkan keputusan menteri untuk membentengi kerusakan di Muaro Jambi. (IND)
Read More......

Sabtu, 21 Januari 2012

Replika Benteng Kuno


KOMPAS, Rabu, 18 Jan 2012 - Replika Pelabuhan Brest, Perancis, salah satu hasil karya ahli pertahanan militer Perancis, Marquis de Vauban (1633-1707), dipajang dalam Pameran ”La France en relief: 1668-1870”. Pameran yang berlangsung di The Galeries nationales du Grand Palais, Jumat (13/1), di Paris, itu menyajikan koleksi mahakarya peta dan relief sejak Louis XIX sampai Napoleon III. Vauban mengembangkan ilmu tentang kubu pertahanan dan merencanakan taktik pengepungan menggunakan barisan parit pertahanan paralel.
Read More......

Senin, 12 Desember 2011

Mendesak, Penetapan Kawasan Cagar Budaya

KOMPAS, Selasa, 6 Desember 2011 - Untuk mencegah penjualan benda-benda bersejarah, penetapan sebagian kawasan Kepulauan Karimata, Kalimantan Barat, menjadi kawasan cagar budaya sudah sangat mendesak. Jika penjualan benda bersejarah terus dilakukan, akan sangat mengganggu upaya penelitian arkeologis.

Peneliti Balai Arkeologi Banjarmasin, Ulce Oktrivia, Senin (5/12), mengatakan, ada banyak situs dan kawasan yang menyimpan potensi benda-benda bersejarah di gugusan Kepulauan Karimata. ”Sampai saat ini belum ada penetapan kawasan itu menjadi cagar budaya. Akibatnya, tidak ada perlindungan undang-undang terhadap benda-benda bersejarah di wilayah itu,” ujar Ulce.

Beberapa pulau di gugusan Kepulauan Karimata, seperti Pulau Maledang, Pulau Serutu, dan Pulau Karimata, merupakan kawasan dengan peninggalan benda bersejarah cukup banyak, terutama dari abad ke-7 hingga ke-19. Benda-benda itu terutama mangkuk porselen, peralatan makan, dan perkakas rumah tangga lain buatan China dari abad ke-7 sampai abad ke-19.

Di gugusan Kepulauan Karimata ditemukan juga prasasti menggunakan huruf China yang menguak pelayaran tentara Tar Tar pimpinan Kubhilai Khan yang singgah di Karimata untuk menyerang Kerajaan Singhasari (Singosari) di Jawa Timur.

Tanpa penetapan kawasan cagar budaya itu, sulit untuk menjerat para pelaku penjualan benda bersejarah menggunakan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

Anggota Komisi D DPRD Kalimantan Barat, Ikhwani A Rahim, mengatakan, seharusnya pemerintah yang mengusulkan sebagian wilayah Kepulauan Karimata sebagai kawasan cagar budaya. ”Kalau pemerintah belum punya agenda, DPRD yang akan mendorong supaya segera mengusulkannya,” ujar Ikhwani.

Bupati Kayong Utara Hildi Hamid mengatakan, masih ada peluang untuk memberikan perlindungan pada benda-benda bersejarah di kawasan Karimata. ”Kami hanya membutuhkan peta temuan arkeologi sehingga bisa menyiapkan upaya preventif. Kami membuka diri untuk berkomunikasi dengan Balai Arkeologi Banjarmasin,” kata Hildi. (aha)
Read More......

Amphora Kuno Obyek Turisme

AFP/BORIS HORVAT
Amphora Kuno Obyek Turisme

KOMPAS, Jumat, 9 Desember 2011 - Para penyelam mengamati amphora (guci keramik dengan dua pegangan) Romawi kuno di dasar laut pantai Pulau Frioul, Perancis selatan, Minggu (4/12). Amphora itu ditemukan tahun 1952 oleh pemimpin eksplorasi bawah laut Perancis Jacques-Yves Cousteau dan tim Calypso selama ekskavasi kapal karam ”Grand-Congloué” di lembah perairan Marseilles. Sebanyak 250 amphora ditenggelamkan sedalam 14 meter di perairan Pulau Frioul pada musim panas lalu.
Read More......

Dictionary

Kontak Saya

NAMA:
EMAIL:
SUBJEK:
PESAN:
TULIS KODE INI: