KOMPAS, Rabu, 18 Jan 2012 - Replika Pelabuhan Brest, Perancis, salah satu hasil karya ahli pertahanan militer Perancis, Marquis de Vauban (1633-1707), dipajang dalam Pameran ”La France en relief: 1668-1870”. Pameran yang berlangsung di The Galeries nationales du Grand Palais, Jumat (13/1), di Paris, itu menyajikan koleksi mahakarya peta dan relief sejak Louis XIX sampai Napoleon III. Vauban mengembangkan ilmu tentang kubu pertahanan dan merencanakan taktik pengepungan menggunakan barisan parit pertahanan paralel.Sabtu, 21 Januari 2012
Replika Benteng Kuno
KOMPAS, Rabu, 18 Jan 2012 - Replika Pelabuhan Brest, Perancis, salah satu hasil karya ahli pertahanan militer Perancis, Marquis de Vauban (1633-1707), dipajang dalam Pameran ”La France en relief: 1668-1870”. Pameran yang berlangsung di The Galeries nationales du Grand Palais, Jumat (13/1), di Paris, itu menyajikan koleksi mahakarya peta dan relief sejak Louis XIX sampai Napoleon III. Vauban mengembangkan ilmu tentang kubu pertahanan dan merencanakan taktik pengepungan menggunakan barisan parit pertahanan paralel.
Label:
Mancanegara
Senin, 12 Desember 2011
Mendesak, Penetapan Kawasan Cagar Budaya
KOMPAS, Selasa, 6 Desember 2011 - Untuk mencegah penjualan benda-benda bersejarah, penetapan sebagian kawasan Kepulauan Karimata, Kalimantan Barat, menjadi kawasan cagar budaya sudah sangat mendesak. Jika penjualan benda bersejarah terus dilakukan, akan sangat mengganggu upaya penelitian arkeologis.
Peneliti Balai Arkeologi Banjarmasin, Ulce Oktrivia, Senin (5/12), mengatakan, ada banyak situs dan kawasan yang menyimpan potensi benda-benda bersejarah di gugusan Kepulauan Karimata. ”Sampai saat ini belum ada penetapan kawasan itu menjadi cagar budaya. Akibatnya, tidak ada perlindungan undang-undang terhadap benda-benda bersejarah di wilayah itu,” ujar Ulce.
Beberapa pulau di gugusan Kepulauan Karimata, seperti Pulau Maledang, Pulau Serutu, dan Pulau Karimata, merupakan kawasan dengan peninggalan benda bersejarah cukup banyak, terutama dari abad ke-7 hingga ke-19. Benda-benda itu terutama mangkuk porselen, peralatan makan, dan perkakas rumah tangga lain buatan China dari abad ke-7 sampai abad ke-19.
Di gugusan Kepulauan Karimata ditemukan juga prasasti menggunakan huruf China yang menguak pelayaran tentara Tar Tar pimpinan Kubhilai Khan yang singgah di Karimata untuk menyerang Kerajaan Singhasari (Singosari) di Jawa Timur.
Tanpa penetapan kawasan cagar budaya itu, sulit untuk menjerat para pelaku penjualan benda bersejarah menggunakan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.
Anggota Komisi D DPRD Kalimantan Barat, Ikhwani A Rahim, mengatakan, seharusnya pemerintah yang mengusulkan sebagian wilayah Kepulauan Karimata sebagai kawasan cagar budaya. ”Kalau pemerintah belum punya agenda, DPRD yang akan mendorong supaya segera mengusulkannya,” ujar Ikhwani.
Bupati Kayong Utara Hildi Hamid mengatakan, masih ada peluang untuk memberikan perlindungan pada benda-benda bersejarah di kawasan Karimata. ”Kami hanya membutuhkan peta temuan arkeologi sehingga bisa menyiapkan upaya preventif. Kami membuka diri untuk berkomunikasi dengan Balai Arkeologi Banjarmasin,” kata Hildi. (aha)
Read More......
Peneliti Balai Arkeologi Banjarmasin, Ulce Oktrivia, Senin (5/12), mengatakan, ada banyak situs dan kawasan yang menyimpan potensi benda-benda bersejarah di gugusan Kepulauan Karimata. ”Sampai saat ini belum ada penetapan kawasan itu menjadi cagar budaya. Akibatnya, tidak ada perlindungan undang-undang terhadap benda-benda bersejarah di wilayah itu,” ujar Ulce.
Beberapa pulau di gugusan Kepulauan Karimata, seperti Pulau Maledang, Pulau Serutu, dan Pulau Karimata, merupakan kawasan dengan peninggalan benda bersejarah cukup banyak, terutama dari abad ke-7 hingga ke-19. Benda-benda itu terutama mangkuk porselen, peralatan makan, dan perkakas rumah tangga lain buatan China dari abad ke-7 sampai abad ke-19.
Di gugusan Kepulauan Karimata ditemukan juga prasasti menggunakan huruf China yang menguak pelayaran tentara Tar Tar pimpinan Kubhilai Khan yang singgah di Karimata untuk menyerang Kerajaan Singhasari (Singosari) di Jawa Timur.
Tanpa penetapan kawasan cagar budaya itu, sulit untuk menjerat para pelaku penjualan benda bersejarah menggunakan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.
Anggota Komisi D DPRD Kalimantan Barat, Ikhwani A Rahim, mengatakan, seharusnya pemerintah yang mengusulkan sebagian wilayah Kepulauan Karimata sebagai kawasan cagar budaya. ”Kalau pemerintah belum punya agenda, DPRD yang akan mendorong supaya segera mengusulkannya,” ujar Ikhwani.
Bupati Kayong Utara Hildi Hamid mengatakan, masih ada peluang untuk memberikan perlindungan pada benda-benda bersejarah di kawasan Karimata. ”Kami hanya membutuhkan peta temuan arkeologi sehingga bisa menyiapkan upaya preventif. Kami membuka diri untuk berkomunikasi dengan Balai Arkeologi Banjarmasin,” kata Hildi. (aha)
Label:
Artefak,
Cagar Budaya
Amphora Kuno Obyek Turisme
AFP/BORIS HORVATAmphora Kuno Obyek Turisme
KOMPAS, Jumat, 9 Desember 2011 - Para penyelam mengamati amphora (guci keramik dengan dua pegangan) Romawi kuno di dasar laut pantai Pulau Frioul, Perancis selatan, Minggu (4/12). Amphora itu ditemukan tahun 1952 oleh pemimpin eksplorasi bawah laut Perancis Jacques-Yves Cousteau dan tim Calypso selama ekskavasi kapal karam ”Grand-Congloué” di lembah perairan Marseilles. Sebanyak 250 amphora ditenggelamkan sedalam 14 meter di perairan Pulau Frioul pada musim panas lalu.
Label:
Artefak,
Mancanegara
Rencana Menghidupkan Kembali Gajah Purba
Kompas, Jumat, 9 Desember 2011 - Melihat mammoth (gajah purba) hidup kembali kelak bukan hal mustahil. Setidaknya dalam lima tahun ke depan kita akan bisa melihat lagi anggota keluarga gajah yang punah 10.000 tahun lalu itu. Peneliti asal Rusia yang juga Direktur Museum Mammoth Republik Sakha, Semyon Grigoriev, berencana mengkloning gajah purba itu setelah menemukan sumsum tulang paha yang masih utuh. Kantor berita Jepang, Kyodo, Senin (5/12), menyebutkan, fosil gajah purba itu ditemukan di wilayah Siberia. Proyek yang akan dilakukan bersama Universitas Kinki itu akan dimulai tahun depan. Menurut Grigoriev, kunci penting untuk mengkloning gajah purba adalah menggantikan inti dari sel telur gajah dengan sel-sel tulang paha gajah purba. Proses ini akan menghasilkan embrio dengan DNA gajah purba. Pencarian inti sel gajah purba dilakukan sejak tahun 1990-an. Melihat gajah purba hidup kembali akan menjadi temuan yang menakjubkan. Hanya saja ide mengkloning binatang yang sudah punah memunculkan perdebatan panjang. Banyak yang khawatir gajah purba akan sulit beradaptasi dengan ekosistem yang ada saat ini meski akan hidup di kebun binatang khusus. — (DISCOVERY NEWS/LUK)
Read More......
Label:
Mancanegara,
Museum,
Prasejarah
Selasa, 22 November 2011
Mayoritas Benda Cagar Budaya Tidak Terawat
KOMPAS, Rabu, 16 Nov 2011 - Benda cagar budaya di Indonesia yang telah didaftar Direktorat Peninggalan Purbakala Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata berjumlah 11.000 peninggalan. Namun, dari jumlah itu hanya 1.900 (17,27 persen) yang terpelihara optimal dan ditangani ahlinya, di antaranya di Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur. Di provinsi lain, penggarapannya tak optimal karena kekurangan ahli konservasi dan juru pelihara. ”Untuk memenuhi kebutuhan itu, kami mengadakan pelatihan ahli konservasi dan juru pelihara di setiap provinsi. Targetnya, setiap provinsi mendapat tambahan 250 ahli konservasi dan juru pelihara,” kata Kepala Subdirektorat Konservasi Direktorat Peninggalan Purbakala Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Yusuf Budi Aryanto di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Selasa (15/11). (HEN)
Read More......
Label:
Berita,
Cagar Budaya,
Kliping
Sabtu, 01 Oktober 2011
Candi Palgading, Tempat Ibadah dan Pendopo
KOMPAS, Jumat, 30 Sep 2011 - Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) DI Yogyakarta memperkirakan candi yang ditemukan di Dukuh Palgading, Desa Sinduharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, merupakan paduan tempat ibadah dan pendopo pada zaman Mataram Kuno. Kesimpulan sementara itu didapat setelah Tim Ekskavasi BP3 DI Yogyakarta melakukan ekskavasi tahap kedua. Di lahan ekskavasi itu ditemukan tatanan batu candi dan batu umpak yang tengahnya membentuk lingkaran. ”Kemungkinan besar umpak itu menjadi fondasi tiang pendopo yang jadi tempat tinggal pendeta,” kata Ketua Tim BP3 DI Yogyakarta, Wahyu Astuti, Selasa (27/9). (HEN)
Read More......
Label:
Candi,
Palgading,
Yogyakarta
Senin, 11 Juli 2011
Harta Karun Ditemukan di Kuil India
kompas.com, Selasa, 5 Juli 2011 - Harta karun yang terdiri atas perhiasan dan perak emas, koin dan batu mulia yang dikatakan bernilai miliaran dolar AS telah ditemukan di satu kuil Hindu di India selatan, kata beberapa pejabat, Sabtu (2/7).
Barang berharga itu menurut perkiraan awal bernilai lebih dari 500 miliar rupee India (11,2 miliar dolar AS), kata Kepala Menteri Kerala K. Jayakumar, sehingga mencuatkan kuil tersebut ke dalam liga kuil paling kaya di India.
Ribuan kalung, koin dan batu berharga telah disimpan di sedikitnya lima makam bawah tanah di Kuil Stee Padmanabhaswamy, yang terkenal karena patungnya yang unik.
"Kami akan membuka salah satu kamar rahasia lain yang belum dibuka selama hampir 140 tahun," kata Jayakumar kepada AFP --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Ahad.
Nilai sesungguhnya harta karun tersebut hanya dapat dipastikan setelah semuanya diperiksa oleh departemen arkeologi, kata Jayakumar.
Kuil itu, yang didedikasikan untuk dewa Wishnu dalam agama Hindu, dibangun ratusan tahun lalu oleh Raja Travancore dan sumbangan dari pengikutnya telah disimpan di beberapa ruang di kuil tersebut sejak itu.
Satu kalung yang ditemukan Kamis (30/6) memiliki panjang enam meter. Ribuan koin emas juga telah ditemukan.
Sejak India memperoleh kemerdekaan dari Inggris pada 1947, satu yayasan yang dikelola oleh keturunan keluarga raja Travancore telah menguasai kuil tersebut.
Tapi Mahkamah Agung India baru-baru ini mengeluarkan perintah agar kuil itu dikelola oleh negara guna menjamin keamanan semua barang berharga di tempat suci tersebut.
Setakat ini, kuil Thirupathy di negara bagian India selatan, Andhra Pradesh, diduga sebagai kuil paling kaya di India dengan sumbangan dari penganutnya bernilai 320 miliar rupee India.
Pengungkapan mengenai kekayaan luar biasa di kuil Padmanabhaswamy telah membuat polisi untuk memasang alarm dan kamera keamanan dengan kemampuan canggih.
Pemerintah juga berencana menempatkan pasukan keamanan untuk keamanan, kata Direktur Jenderal Kepolisian Kerala Jacob Punnose.
"Karena sekarang diketahui di seluruh dunia bahwa kuil Padmanabhaswamy memiliki perhiasan yang bernilai miliaran rupee, maka kami telah memutuskan untuk menempatkannya dalam pengamanan maksimal," kata Kepala Menteri Kerala Oommen Chandy kepada AFP.
Label:
Harta karun,
India,
Mancanegara
Langgan:
Entri (Atom)
















