Senin, 11 Mei 2009

Situs Rambahan

Views


Situs Rambahan merupakan sebuah “tanjung” dengan tinggi sekitar 25 meter dari permukaan tanah sekitarnya. Menurut keterangan penduduk, situs ini dulunya merupakan sebuah desa yang ditinggalkan penduduknya. Sekarang merupakan bidang tanah yang ditumbuhi ilalang dan belukar. Di sekeliling situs ditemukan sungai-sungai kecil, di antaranya Batang Nili dan Batang Lolo. Kedua sungai ini bertemu di Sungai Pangian yang selanjutnya bermuara di Batanghari. Untuk dapat mencapai lokasi situs harus menggunakan perahu menuju ke arah hulu.

Di Situs Rambahan ditemukan munggu yang dikelilingi tanggul buatan dan parit yang bermuara di Batanghari. Sebagian munggu telah digali penduduk, tetapi tidak ditemukan petun¬juk adanya sisa bangunan. Temuan yang dikenal dari situs ini adalah sebuah arca Amoghapasa dengan prasasti yang dipahatkan di bagian belakangnya. Pertama kali dilaporkan oleh Kontrolir Twiss kepada Direksi Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen pada tahun 1884 (Krom 1912: 48). Selanjutnya H Kern menerbitkannya pada tahun 1907 dan 1917 dalam bentuk transkripsi dan pembahasan. Berdasarkan keterangan prasasti yang dipahatkan pada lapik arca yang ditemukan di Padangroco tahun 1911, arca Amoghapasa ini merupakan arca yang dikirimkan oleh Raja Krtanagara pada tahun Saka 1208 untuk ditempatkan di Dharmmasraya.

Prasasti pada arca Amoghapasa ditulis dalam aksara Jawa Kuna dengan menggunakan bahasa Sansekerta, dalam 27 baris, dan berbentuk sloka 12 bait. Angka tahun yang tertera dalam bentuk candrasangkala yang menunjuk tahun 1268 Saka (1347 Masehi) dan dikeluarkan oleh Sri Maharajadhiraja Adityawarmman. Dalam prasasti itu ia menyebutkan pula dirinya dengan nama Srimat Sri Udayadityawarmman. Selanjutnya, prasasti ini menyebutkan tentang penyelenggaraan upacara yang bercorak tantrik, pentahbisan arca Buddha dengan nama Gaganaganja (namna gagana ganjasya), dan pemujaan kepada Jina (Hasan Djafar 1992: 9-12).

Adapun transkripsi lengkap prasasti tersebut sebagaimana ditranskripsikan oleh Kern (1917) adalah sebagai berikut:

(1) subhamastu + saddharmasca suvarddhanatmamahimasobhagyavan silavan +
(2) sastrajña suvisuddhayogalaharisobhaprabrddhasate + sauundaryyegirika
(3) ndaranvitagaye sandohavanipra + ma(?)yavairitimisradhikkrtamaha
(4) nadityavarmmodayah +o+ tadanugunasamrddhih ssastrasastra pravrddhih +
(5) jinasamayagunabdhih karyyasamrambha buddhih + tanumadanavisuddhih atyata
(6) sarvvasiddhih + dhanakanasamaptih + devatuhan prapatih +o+ pratisthoyam
(7) sugatanam + acaryyandharma sekarah + namna gagana ganjsya + mañju
(8) sririva sauhrdi +o+ pratishoyam hitatvaya + sarvvasa
(9) tvasukasraya + devaramoghapasesah + srimadadityvarmmanah +o+
(10) muladvausarane patangacarane nardantasake suge + bhasmat karkkatakedinai
(11) rapitayapurnnenduyogayate + tarairuttara siddhiyogahatikakarunyamurttasvara
(12) t + jirnairuddharita samabita lasatsambodha marggarthibhih +o+ svasti samas-tabhuvana
(13) dharahataka bhavasramagrhabisarada +o+ aparamahayanayogavinoda +o+ apicadha
(14) radhipapratirajabikata samkata kiritakoti sanghanitaka manidvayanakata karana +o+ srimat
(15) sri udayadityavarmma pratapaparakrama rajandramauli mali varmmadevamaha-rajadhiraja + sa bijñeya
(16) majñan karoti +o+ bihangamattanggabilasasobhite + kantara saugaganhi (baca: saughandi) surudrama-kule + surangana
(17) lakhitakañcanalaye + matanginisasuradirdighikagate + anubhavadhibisesonma-dasandohahaha
(18) akiladitisutanandeva bidyadharesah + apimadhukaragitainnarttyabhogasitinam + acalaticalati
(19) rttassobhamatanginiso +o+ hahahuhu kanena sambhramalasatlokartthabhu-myagatah + saundaryyesasi
(20) purnnavat kuslabhe hrtsobhatalankrte + namna uddhayavarmmaguptasakalak-sonitinayakah + sahtyaktvajinaru
(21) pasambhramagato matanginisunyaha +o+ raksannahksayata vasundharmidam-matanginipatraya + bhaksetsattriyavamarggaca
(22) ritasarvvasya samharakrt + sakset ksantibalabilasidamano sambhrantakulossada + patih pratyada lanane prakati
(23) takrurai palasannati + bajraprakaramaddhyastha pratimayam jinalayah + sriman-namoghapasesah + ha
(24) rih udayasundarah +o+ surutaruditapanissatyasangitavanih ripunrpajitakirttih + puspadhanvastramurtih + ma
(25) layapurahitartthah sarvvakaryyassamarttah + guna rasilavibhatih + devetuhan-napatih +o+ udayaparvvata
(26) sobhitarupatih + udayabhti naresvaranayakah + udayavairibalonnatamrddhyate + udayasundaraki
(27) rttimahitale +o+

Berdasarkan isi dari prasasti tersebut, Nik Hassan membuat ke-simpulan bahwa arca tersebut (Amoghapasa) melambangkan arca seorang raja yang menganggap dirinya sebagai seorang cakrawartin (penguasa dunia) dan menjelma sebagai dewa Amoghapasa (Shuhaimi 1992:48). [Bambang Budi Utomo]

(Sumber: indoarchaeology.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dictionary

Kontak Saya

NAMA:
EMAIL:
SUBJEK:
PESAN:
TULIS KODE INI: