Sabtu, 26 September 2009

Mereka yang Berjasa Melestarikan Bangunan Purbakala

Views



Namanya Samin. Dia bekerja di instansi arkeologi Prambanan. Keahliannya adalah membuat miniatur candi, terutama Candi Borobudur. Banyak karyanya dipajang di mancanegara, misalnya kantor UNESCO Prancis dan sejumlah Kedutaan Besar RI. Di dalam negeri karyanya dipajang di Departemen Kebudayaan dan Pariwisata serta berbagai instansi di bawahnya. Foto ini dibuat tahun 1987. Saat itu Pak Samin berusia 60-an tahun. Entah bagaimana kabar dia sekarang.

Ini adalah karya Pak Samin, waktu itu dipajang di pendopo Candi Borobudur. Mudah-mudahan karyanya masih tersimpan sampai sekarang.


Namanya Sumarjo, pegawai instansi arkeologi di Prambanan. Sumarjo adalah petugas pemelihara Candi Prambanan. Pekerjaan rutin yang dia lakukan adalah membersihkan candi dari lumut, jamur, dan kotoran lain yag melekat. Caranya adalah memanjat atau merayapi dinding candi menggunakan kawat penangkal petir yang terpasang di candi itu. Dia bekerja tanpa menggunakan alat pengaman karena katanya "ribet". Tangan yang satu berpegangan pada tali baja, sementara tangan lainnya menyemprot sambil membersihkan kotoran-kotoran yang melekat. Memang pekerjaannya masih dilakukan secara tradisional, namun bermanfaat besar untuk kelestarian candi. Foto ini dibuat tahun 1987. Mudah-mudahan pembersihan candi sekarang menggunakan teknologi modern.


Dua orang zoeker (Bahasa Belanda, pencari) dan steller (penyetel) sedang mencoba pasangan batu candi yang baru ditemukan. Sekadar info, di Kompleks Prambanan banyak terdapat ribuan batu candi yang masih berserakan. Bahkan, banyak batu candi digunakan penduduk sekitar untuk pondasi rumah, pengeras jalan, pengganjal tiang, dsb. Tugas zoeker dan steller adalah mengumpulkan sebanyak mungkin batu-batu asli yang masih bertebaran itu. Mengingat zaman dulu pembangunan candi tidak menggunakan semen, melainkan cukup dikaitkan antarbatu, maka tugas mereka kemudian adalah "menjodohkan" batu-batu tersebut agar sesuai. Hebatnya, mereka umumnya tidak berpendidikan tinggi, malah buta aksara. Tapi kehebatan mereka sudah teruji, antara lain terlihat pada Candi Siwa, yakni bangunan tertinggi di kompleks Prambanan. Foto ini diambil tahun 1987, mereka adalah zoeker dan steller generasi kedua. Generasi pertama muncul tak lama setelah proklamasi 1945.

(Foto-foto: Koleksi Djulianto Susantio)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dictionary

Kontak Saya

NAMA:
EMAIL:
SUBJEK:
PESAN:
TULIS KODE INI: